Memadukan Konsep Bali ke dalam Arsitektur Modern

Kekayaan Arsitektur Indonesia begitu beragam berdasarkan karakter dan ciri khas tersendiri dalam setiap daerahnya, salah satu gaya arsitektur Indonesia yang sangat terkenal bahkan sampai ke negara luar yaitu Arsitektur Bali.

Pulau Bali tidak hanya kaya akan keindahan alamnya, namun juga warisan budayanya. Sering kali keunggulan seni dan budaya Bali dijadikan rujukan dalam  merancang sebuah design. Gaya arsitektur Bali itu sendiri tentunya jika kita jabarkan secara detail maka akan sangat banyak sekali, karena setiap detail dari bentukannya memiliki makna dan filosofi tersendiri.

Unsur bangunan bali yang khas seperti ‘bale’, motif kotak hitam putih, dan ukiran, tentunya sering kita temui pada bangunan-bangunan rumah tinggal hingga bangunan komersil dengan kesan yang lebih modern. Kombinasi gaya arsitektur tersebut bertujuan untuk tetap menghadirkan gaya arsitektur lokal namun tetap mengikuti tren yang ada serta menghindari kesan ‘berat’ jika konsep desain arsitektur asli tradisional Bali diterapkan secara utuh.

Beberapa gaya arsitektur Bali yang bisa kita terapkan pada gaya bangunan modern diantaranya :

 

Harmonisasi dengan Alam

Unsur harmonisasi dengan alam menjadi karakter dasar arsitektur bali. Keharmonisasian ini dapat terlihat dari penerapan material alam seperti ukiran kayu, batu alam dan bambu. Material alam tersebut bertujuan untuk menciptakan keharmonisan Antara makhluk hidup dengan lingkungan, antara sesama makhluk hidup ataupun dengan sang pencipta.

 

Halaman Rumah yang luas

Unsur selanjutnya yang bisa diterapkan yaitu halaman rumah yang tergolong luas. Hal tersebut bertujuan agar memaksimalkan sirkulasi udara khiususnya pada interior rumah.

 

Unsur Batuan Alam

Penggunaan batuan alam pada arsitektur bali tak hanya memberikan kesan eksotis, penggunaan batuan alam terbukti efektif menyerap panas sehingga menjadikan suasana dalam bangunan terasa sejuk.

 

Sistem ventilasi yang baik

Arsitektur Bali seringkali menggunakan jendela besar ataupun ruang diantara atap dan dinding bangunan untuk menjaga sirkulasi udara yang baik.

 

Pada desain tersebut, kamar mandi sebagai area pribadi yang memerlukan sistem penghawaan yang baik, dirancang memiliki bagian tanpa naungan atau atap untuk memaksimalkan pencahayaan alami pada ruangan. Lantai menggunakan Granito Tile dengan surface rustic dipadukan dengan batuan alam bertujun agar area tersebut tidak licin, selanjutnya aplikasi Artile Empire Zulu pada area dinding memberikan kesan alami dan sekaligus sebagai perlambang keharmonisan dengan alam tropis.